Showing posts with label Death. Show all posts
Showing posts with label Death. Show all posts
Cappuccino


-by Zainal Fahmi -

Pernahkah kita membayangkan bahawa apabila tiba masanya, kita akan terbujur kaku dan tidak bergerak-gerak lagi. Kemudian orang ramai akan memandikan, mengkafankan dan mengusung kita di atas tandu jenazah. Lalu nampaklah oleh kita sebuah lubang yang selama ini ditakuti oleh semua manusia yang hidup; lubang kubur.


Pernahkah kita membayangkan bahawa saat itu mereka bagaikan tidak mengasihani kita, terus dan tanpa ragu menyumbatkan jasad kita ke lubang lahad, menutupnya dengan beberapa bilah kayu atau batang pisang. Dan kemudian menguburkan kita dengan tahan, berdoa dan pergi meninggalkan kita selama-lamanya.

Melangkah Tujuh Langkah

Saat mereka pergi tujuh langkah meninggalkan kawasan perkuburan, tiba-tiba datanglah dua lembaga yang sangat menggerunkan. Soalan mereka sederhana, tetapi disampaikan dengan suara yang keras bagaikan bunyi petir di tengah hari. Manakala keadaan kita ketika itu sangat lemah, kesejukan, ketakutan dan tidak bermaya.

Saudaraku, jika anda berasa takut dan gerun, sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pun juga sangat merisaukan keadaan tersebut yang akan menimpa setiap umatnya. Oleh itu, baginda s.a.w. sebagai Nabi kita tercinta telah mengajarkan kepada kita amalan-amalan hebat yang akan berguna pada saat menghadapi perkara seperti itu.

Read More here >>

Green Tea


Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Aisyah r.a. berkata: "Saya tanya kepada Rasullullah s.a.w., Apakah yang cinta itu ingat pada kekasihnya pada hari kiamat?" Jawab Rasullullah s.a.w.: "Adapun ditiga tempat (masa) maka tidak ingat iaitu ketika ditimbang amal sehingga diketahui apakah ringan atau berat, ketika menerima lembaran catatan amal (suhuf) sehingga ia terima imma dari kanan atau dari kiri dan ketika keluar dari neraka ular naga lalu mengepung mereka dan berkata "Aku diserahi tiga macam: Orang mempersekutukan Allah s.w.t. dengan lain Tuhan, dan orang yang kejam, penentang, zalim dan orang yang tidak percaya pada hari kiamat (hisab), maka diringkus semua orang-orang yang tersebut itu lalu dilemparkan semuanya dalam neraka jahannam, dan diatas neraka jahannam itu ada jambatan yang lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sedang dikanan kirinya bantolan dan duri-duri, sedang orang-orang yang berjalan diatasnya ada yang bagaikan kilat, dan bagaikan angin kencang, maka ada yang selamat, dan ada yang luka terkena bantolan duri, dan ada yang terjerumus muka kedalam neraka."

                        Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasullullah s.a.w. bersabda: "Diantara dua kali tiupan sangkakala itu jarak empat puluh tahun (Tiupan untuk mematikan dan membangkitkan semula). Kemudian Allah s.w.t. menurunkan hujan air bagaikan mani orang lelaki, maka timbullah orang-orang mati bagaikan timbulnya tanaman (sayur-sayuran)."

                        Abul-Laits juga telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasullullah s.a.w. bersabda: "Ketika Allah s.w.t. telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah s.w.t. menjadikan sangkakala dan diserahkan kepada Malaikat Israfil, maka ia meletakkannya dimulutnya melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintahkan." Saya bertanya: "Ya Rasullullah, apakah shur (sangkakala) itu?" Jawab Rasullullah s.a.w.: "Bagaikan tanduk dari cahaya." Saya bertanya lagi: "Bagaimana besarnya?" Rasullullah s.a.w. menjawab: "Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutuskanku sebagai Nabi s.a.w. besar bulatannya itu seluas langit dengan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali iaitu pertama Nafkhatul faza' (untuk menakutkan), Nafkhatus sa'aq (untuk mematikan) dan Nafkhatul ba'ats(untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan)."

                        Dalam riwayat Ka'ab hanya dua kali tiupan, iaitu mematikan dan membangkitkan. Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa yauma yunfakhu fafazi'a man fissamawati waman fil ardhi illa man sya Allah (Yang bermaksud) Dan pada hari ditiup sangkakala maka terkejut takut semua yang dilangit dan yang dibumi, kecuali yang dikehendaki oleh Allah.    (Surah Annamel : 87)

                        Dan pada saat itu tergoncangnya bumi, dan manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya dan yang meneteki lupa terhadap bayinya, dan anak-anak segera beruban dan syaitan-syaitan laknatullah berlarian. Maka keadaan itu berlaku beberapa lama kemudian Allah s.w.t. menyuruh Israfil meniup sangkakala kedua.

                        Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa nufikhafishshuri fasha'iqa man fissamawati waman fil ardhi illa man sya Allah. Tsumma nufikha fihi ukhra fa idza hum qiyamun yandhurun. (Yang bermaksud) Dan ketika ditiup sangkakala maka matilah semua yang dilangit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah, kemudian ditiup lagi, tiba-tiba mereka bangun dan melihat.   (Surah Azzumar : 68)

Green Tea
Why are we tested?
Allah subhanahu wa ta`la, exalted and free from imperfection is He, states that every man and woman will be tested with difficulties, hardship and loss in life. Allah tests us for the following reasons:

  1. To distinguish between those who sincerely believe in Allah and those who don't.
  2. "Do people think that they will be left alone because they say: 'We believe and we will not be tested'?" (Qur'an, Al-Ankabut, 29:2)
  3. To encourage mankind to strive to do good deeds.
  4. "Who has created death and life that He may test who is best in deed." (Qur'an, Al-Mulk 67:2)
  5. To purify the soul and expiate sins.
  6. "Whatever trouble, illness, anxiety, grief, pain and sorrow afflict a Muslim, even if it is the pricking of a thorn - Allah removes some of his sins because of it." (Narrated by Abu Sa`eed al-Khudri, Bukhari and Muslim)
  7. To distinguish between those who believe in the Hereafter (akhirah) and those who do not.
  8. "...We might test him who believes in the Hereafter from him who is in doubt concerning it: and the Lord watches over all things (All-Knower of everything i.e. He keeps record of each and every person as regards to deeds and then He will reward them accordingly.)" (Qur'an, Saba 34:21)
  9. For believers to earn the reward of Paradise (Jannah), if they remain patient and faithful to Allah throughout adversity.
  10. "Did you think that you would enter Paradise without Allah testing those of you who fought hard in His cause and (also) test those who are as-Sabireen (the patient ones)?" (Qur'an, Al-`Imran 3:142)
Tests for Believers and Non-Believers
As mentioned before Allah subhanahu wa ta`la tests his creation to distinguish between those who have faith and those who do not. The stronger they are in faith, the more He will test them. Although this may seem unfair, Allah is never unjust.

The more He tests the believers, the more He will reward them in return. The opportunities to earn the rewards of Allah are equal for both men and women. However, the rewards for believers and non-believers (or disbelievers) are quite different. Rewards for non-believers are only awarded in this life, whereas the rewards for believers are rewarded in this life and in the Hereafter (akhirah).

The life often feels like a prison to the true believer because of all the Islamic restrictions, sacrifices, and severe hardships he has to endure. His life is spent in constant struggle between his own wanton desires and his moral conscience. However, Allah is aware of all his efforts and self-sacrifice and will either rewards for it in this life or in the Hereafter (or both). Every times a believer makes a sacrifice for Allah's sake, he sins will be expiated. A good deed will be written for him and its reward multiplied hundreds of times. Allah provides incentives such as these to encourage us to strive harder and make more and more sacrifices in our lives.

If a person embraces Islam sincerely, then Allah shall forgive all his past sins, and after that starts the settlement of accounts: the reward of his good deeds will be ten times to several hundred times for each good deed, and an evil deed will be recorded as it is, unless Allah forgives it too out of His Mercy.
Worship consists of three levels of belief and striving:
  1. Islam - total submission and obedience to Allah.
  2. Imaan - true faith consisting of belief in the heart, speech of the tongue and action of the limbs.
  3. Ihsaan - perfection of worship, doing good deeds as though you see Allah, and if you cannot achieve this feeling or attitude then you must remember that He sees you.

Every believer should try to live his life according to these basic levels of worship.

Read More here >>
Green Tea
1) Participate in building a Masjid. Muslims Pray, you earn.

2) Donate a wheelchair to a hospital. Patients use, you earn.


3) Give a copy of Qur'an to someone. People read, you earn.


4) Place water cooler in a public place. People drink, you earn.



5) Plant a tree. People & animals use for food or shade, you earn.



6) And the easiest of all is to share this message with people.
Green Tea

- by Syihabudin Ahmad -
“Seorang ibu telah meninggal dunia akibat barah perut yang di alaminya, bukankah ini merupakan syahid yang disebutkan didalam hadis?”
Syahid terbahagi kepada tiga bahagian:
(1)  Syahid Dunia dan Akhirat
(2)  Syahid Dunia
(3)  Syahid Akhirat
Syahid Dunia dan Akhirat
Mereka adalah umat Islam yang mati terbunuh akibat peperangan dengan orang Kafir. Mereka bertempur, tidak berundur. Supaya menjadikan Kalimah Allah ditinggikan. Dan Kalimah Kuffar direndahkan. Tanpa sebarang impian dan matlamat duniawi.
[Ruj. Mughni Muhtaj, Jil.1, m/s 350]
Di dalam sebuah hadith yang disampaikan oleh Abu Musa r.a., beliau telah berkata:
Dua orang lelaki telah datang kepada Nabi s.a.w. lantas bertanya untuk memahami (sebuah masalah): “Seorang perajurit berperang kerana harta, seorang lagi kerana zikir (Alllah), dan seorang lagi berperang kerana mahu dilihat kedudukannya (rsombong), yang mana satukah yang telah berperang di jalan Allah?” Rasulullah pun menjawab: “Orang yang berperang untuk menjadikan kalimah Allah itu tinggi, ia adalah (berperang) dijalan Allah.”
[Direkodkan oleh al-Bukhari]
arabiansword-988828
Syahid Dunia
Mereka adalah umat Islam yang berperang dengan orang kafir kerana ingin mendapatkan harta rampasan perang, atau untuk menyombong diri, atau bagi mendapatkan kepentingan-kepentingan dunia.
Syahid Akhirat
Mereka adalah umat Islam yang terbunuh secara zalim (musibah) seperti orang yang mati kerana penyakit diperut, atau kerana penyakit Taun,  lemas, mati akibat pertempuran (rompakan atau sebagainya), Penuntut ilmu yang mati semasa menuntut ilmu, orang yang bernifas dan mati ketika itu, dan sebagainya.
Namun, terkecuali bagi orang yang mati dalam musibah tetapi atas dasar maksiat yang dia lakukan sendiri seperti mati kerana AIDS disebabkan perlakuan sumbang, mati ketika melahirkan disebabkan zina dan seumpamanya.
Abu Hurairah menyampaikan sabda Rasulullah s.a.w. :
Lima jenis orang Syahid: (1) Orang yang mati akibat taun, (2) Mati akibat penyakit perut, (3) Mati lemas, (4) Mati akibat musnah, dan (5) mati syahid dijalan Allah.
[Direkodkan oleh al-Bukhari]
Begitu juga dalam sebuah hadith yang lain:
Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat: “Siapakah yang dikira syahid menurut kamu?” Para sahabat berkata: “Orang yang dibunuh dijalan Allah, merekalah orang Syahid.” Rasulullah berkata: “Kalau begitu, umat aku akan sedikit (kerana bukan semua yang turun berperang)” Mereka pula bertanya: “Kalau begitu, sipakah mereka wahai Rasulullah?” lantas Rasulullah berkata: “Siapa yang dibunh dijalan Allah (jihad perang) maka di syahid, dan siapa yang mati dijalan Allah maka di syahid, dan siapa mati akibat taun maka dia syahid, dan siapa mati (akibat openyakit diperutnya) maka dia syahid.”
[Direkod oleh Muslim]
Rujukan:
Mausu`ah al-Fiqhiah (Ekskilopidea Hukum Fekah) , Kementerian Wakaf dan Hal-Ehwal Islam- Kuwait, Cetakkan Kementerian, 1983. (Jilid ke 23, Muka Surat : 273)
- Source http://aljazary.blogspot.com/ -
Green Tea


Every soul will taste death. And We test you with evil and with good as trial; and to Us you will be returned.
(21:35)

Every soul will taste death, and you will only be given your [full] compensation on the Day of Resurrection. So he who is drawn away from the Fire and admitted to Paradise has attained [his desire]. And what is the life of this world except the enjoyment of delusion. (3:185)



Green Tea
-by Abdullah Dawah -


Bismillahi-Rahmani-Raheem
(In The Name Of ALLAH, The Merciful, The Compassionate)

A Person Who Doesn't Pray Is Like A Ship In The Middle Of A Big Sea Without A Compass, Finally The Person Who Doesn't Pray Can't Find The Right Way Such Like The Ship Without The Compass.

Don't You Have Time To Waste Your Time For ALLAH SWT To Perform You Prayers?

Dont You Have Time?! Are You To Busy??! BUSY to do bad deeds such like having a boy/girl friend, flirting with girls/boys, stealing, cheating by buying or selling, going to disco, drinking, being a play boy instead of being a Pray Boy! .... All this bad things are bad deeds and it's also HARRAM!! if you do Harram then you will receive bad deeds and finally if you don't repent for your sins Then believe me each bad deeds will be your reason for getting a hotter place in the HELL! 

What Will Be Your Excuse After The Death Infront Of ALLAH SWT That You Didn't Pray??!
There Is No Excuse For Not Praying! 
As Long As You Have A Brain To Think There Will Be No Excuse For Not Praying Even If You Are Blind And Have No Legs! You Still Can Pray Without Legs Only By Sitting!
And What About You Who Is Able To See And Have Legs?!! 
Do You Think You Will Not Die?! WALLA WALLA Nobody Will Get Out Alive In This World!!!

Read More here >>
Green Tea


Once there lived a traveler. Seeing him sowing seeds in every place he visits, someone asked: “Why are you planting trees through the places which you would never come back to? ”
“Well, I may not come back to here. It is just because you don’t travel around, you live with the fallacy that all the trees we plant are for ourselves.  All these trees and flowers we pass through by relishing and delighting are NOT grown by us, are they? Aren’t we adoring the trees fostered by others? Hence, for this world and nature around, strew at least a flower seed”, he replied.
Green Tea
We think in detail about certain things, typically things that interest us or which we are directly facing. So football fanatics spend time in following up the latest football news, whose playing who, whose been bought and by which team, etc. People into music would know about the latest chart hits, the top ten, what new bands are on the scene and spend time thinking about this. Movie buffs would ponder about the latest movies, upcoming releases, the latest awards and the like.


Despite expending effort in applying thought upon these trivial issues people in Western society often pay little attention to clearly a vital topic, that of death. It has even become a taboo subject to the extent that people try to change the discussion when it is mentioned.

It is completely irrational to avoid thinking about death as it is the most definite thing in life. To turn away from it is avoiding the inevitable, know one lives forever. All of us know of people who have died whether within our families, community, friends or colleagues. The reason for why many avoid the topic is fear. Fear of the unknown and fear of leaving this life. In fact Western society pushes people into all forms of escapism, so that they attempt to escape reality by drowning themselves in music, movies, sport, and popular culture.

Read More here >>