Showing posts with label Shirk. Show all posts
Showing posts with label Shirk. Show all posts
Cappuccino

-by Al Ustadz Abu Ammar Abdul Adhim al-Ghoyami -

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyifati kesyirikan sebagai sesuatu yang sangat lembut dan sulit disadari adanya, sehingga ia sering kali terjadi di luar kesadaran pelakunya. Sampai-sampai beberapa ragam kesyirikan pun bisa terjadi dalam kehidupan rumah tangga dan tidak di sadari oleh keluarga tersebut. Malahan, banyak di antara kesyirikan yang sudah sangat kental dengan pola kehidupan sebagian keluarga. Berbagai kesempatan dan keadaan yang ada selalu saja mengundang terjadinya kesyirikan. Tidak hanya dalam bulan Muharrom saja, namun hampir sepanjang tahun mereka bergelut dengan kesyirikan. Naudzu billah, kita berlindung kepada Alloh azza wajalla.
Di sini akan kita sebutkan sebagian bentuk kesyirikan, khurofat dan takhayul serta kebid’ahan yang sering terjadi dalam rumah tangga. Semoga dengan mengetahuinya kita bisa menghindar darinya. Dan semoga menjadi pelajaran berharga bagi saudara-saudara kita yang mau kembali ke jalan tauhid yang lurus.
1. Keyakinan adanya hari nahas (hari sial atau hari petaka). Yaitu keyakinan bahwa pada setiap tiga bulan dalam dua belas bulan pasti ada hari-hari nahasnya. Sehingga manusia dilarang bercocok tanam, bepergian, dan mendirikan rumah pada hari-hari nahas tersebut. Sebab diyakini bila itu dilakukan maka akan celaka atau tertimpa cobaan.
2. Tumpeng robyong untuk Selamatan Penganten dan lainnya. Tumpeng robyong ialah gunungan nasi putih di puncaknya diberi telur rebus, terasi bakar, bawang merah dan cabai, semuanya ditusuk memakai bilah bambu dan cabainya diletakkan paling atas. Pada lereng tumpeng ditaruh bermacam-macam sayur (kulupan: jawa). Tumpeng ini dihidangkan untuk meminta keselamatan yang kekal.
3. Upacara tingkep atau tingkepan. Ialah serangkaian kegiatan yang melibatkan wanita hamil, orang tua bahkan mertuanya serta dukun. Upacara ini dilakukan pada usia tujuh bulan kehamilan, jatuh pada hari Rabu atau Sabtu tanggal ganjil sebelum tanggal lima belas. Si wanita hamil tersebut dimandikan dengan air yang diberi berbagai bunga, dimandikan oleh dukun atau kerabat yang paling tua, dengan gayung buah kelapa. Upacara ini disertai dengan pembuatan beberapa tumpeng dan sesajen, di antaranya ialah tumpeng robyong. Upacara yang memayahkan dan tak bisa dipahami oleh logika akal sehat ini bertujuan agar janinnya selamat dan lahir sebagai bayi yang sehat sebagaimana permintaan mereka dalam upacara tersebut. Ritual ini selain menjerumuskan seseorang ke dalam jurang kesyirikan juga merupakan tradisi orang-orang musyrik terdahulu. Di negeri kita ini, khususnya di tanah Jawa, upacara ini terus diwarisi oleh sebagian masyarakat kita sampai kini.
4. Sesajen (sajian) di bawah kolong tempat tidur ibu nifas dan bayinya. Ialah berbagai sajian yang diterangi sebuah pelita kecil siang-malam, terbuat dari minyak kelapa dan seutas tali untuk sumbu. Di sampingnya ditaruh pisau atau pedang mainan, dan payung mainan terbuat dari bambu dan kertas. Dilengkapi dengan tanaman obat seperti dlingo dan bangle. Ada pula sebutir ubu yang digambari arang dan kapur sirih seperti kepala orang dengan mata melotot lebar. Semuanya diletakkan di kolong tempat tidur ibu nifas dan bayinya selama lima pekan sejak hari kelahiran. Tujuannya agar ibu dan bayinya selamat dari segala gangguan roh jahat dan segala penyakit karena telah disiapsiagakan penangkalnya, yaitu sesaji tersebut. Ini merupakan kesyirikan.
Green Tea

- by Sheikh Muhammed Salih Al-Munajjid -


Praise be to Allaah.Al-Bukhaari said in his Saheeh: Qutaadah said: “Allaah created these stars for three purposes: to adorn the heavens, to stone the devils and as signs by which to navigate. Whoever seeks anything else in them is mistaken and does not benefit from them, and he is wasting his time and effort in seeking something of which he has no knowledge.”(Saheeh al-Bukhaari, Baab fi’l-Nujoom, 2/240)
The study of the stars is divided into two kinds: 
1-     Study of the influence of the stars (astrology)
2-     Study of the positions and movements of the stars (astronomy)
Study of the influence of the stars (astrology) is divided into three categories: 
1 – The belief that these stars have a real influence in the sense that they create events and evil. This is major shirk (shirk akbar), because whoever claims that there is another creator alongside Allaah is a mushrik in the sense of major shirk, for he is regarding a created thing that is subjugated as a creator which subjugates.
2 – Making this a reason to claim to have knowledge of the unseen, so from the movements and changes in the stars he deduces that such and such will happen because such and such has happened to such and such a star. For example, he may say that one person’s life will be miserable because he was born under this star, and that another person’s life will be happy because he was born under that star. This person is taking knowledge of the stars as a means to claim that he has knowledge of the unseen, and claiming to have knowledge of the unseen is kufr (disbelief) which puts one beyond the pale of Islam, because Allaah says (interpretation of the meaning):
“Say: None in the heavens and the earth knows the Ghayb (Unseen) except Allaah”[al-Naml 29:65]
The grammatical structure used in the original Arabic – starting with the negation laa (translated here as “none”) followed by the word illa (“except”) – is one of the most emphatic ways of expressing exclusivity. So if a person claims to know the unseen, he is effectively disbelieving what the Qur’aan says.
Labels: , 0 comments |